UNTUK SEGALA KEBUTUHAN TOYOTA ANDA
HUBUNGI :

IMAM FAKHRUDDIN
081 548 000 484
http://imam-toyota.blogspot.com

24 jam
Showing posts with label Tips Mengemudi. Show all posts
Showing posts with label Tips Mengemudi. Show all posts

Monday, November 19, 2007

Enaknya Transmisi Otomatis

Transmisi otomatik biasanya dijalankan tanpa memindahkan posisi tuas transmisi. Maka ketika sudah pada posisi D, mobil bisa dipacu mulai 0 sampai 160 km/jam bahkan lebih. Nah, ketika berhenti hanya tinggal menekan pedal rem. Kalau dihitung, lebih banyak kaki menginjak pedal rem pada transmisi otomatik dibandingkan dengan transmisi manual. Mungkin pula, karena asyik menikmati keyamanan pengemudi lupa bahwa pada transmisi otomatikpun ada engine brake.

Caranya memindahkan tuas transmisi pada posisi L dan sedikit menekan rem. Dengan cara ini kampas rem menjadi lebih irit. Kampas rem pun bisa lebih boros ketika mobil berada di lampu pengatur lalu lintas. Pengemudi cenderung tidak menekan pedal rem maksimum atau menarik hand brake. Menghadapi jalan macet, penegemudi tidak biasa menetralkan transmisi otomatik. Ada banyak kelebihan pada transmisi otomatik.

  1. TO mem­berikan kenyamanan luar biasa mengatasi rasa penat ketika berada dijalan macet. Mobil bisa berjalan mulus walaupun harus maju dan berhenti secara mendadak, karena tak perlu menginjak kopling. Hanya menekan pedal rem atau pedal gas mobil dapat maju dan berhenti dengan mulus. Dengan menggunakan TO pengemudi juga tidak terlalu lelah Selain kaki kiri tidak perlu bekerja maka tangan kiripun tidak selalu digunakan seperi pada transmisi manual.
  2. Keuntungan lain dari TO adalah awetnya plat kopling. Karena tidak ditekan dengan kaki melaingkan secara otomatik oleh tekanan oli maka umumnya plat koplingbnya lebih lama masa pakai. Kalau tidak ada masalah dengan oli, seperti kehabisan oli atau terlambat mengganti oli maka plat kopling tidak perlu diganti.

Cara menggunakan :
Pada perangkat tuas transmisi otomatik ada beberapa huruf yang menyatakan manfaat dan cara penggunaan. "P" (Parking) mobil pada posisi ini tidak bisa bergerak. Pada Camry ada shift lock. Tanpa menekan tombol ini tuas transmisi tak dapat dipindahkan. Maksudnya, ketika parkir, tersenggol atau ditarik anak kecil posisi tetap pada parking. "R" (Reverse) digunakan apabila hendak mundurkan mobil dan " N " (Neutral) digunakan waktu mobil berhent sesaat.

"D" (Drive) mobil dijalankan bila kondisi jalan datar dan mulus/ normal. Pada posisi ini pemindahan posisi gigi dalam transmisi otomatik akan berpindah secara otomatik, sesuai putar­an mesin dan beban. Bila kondisi jalan mulus dan tanpa hambatan tombol OD (Over Drive) gigi akan pindah dari 3 ke 4. Pada saat itu putaran mesin lebih rendah dari putaran propeler shaft

"2" (Second), digunakan kalau mobil jalan di daerah bukit yang membutuhkan mobil berjalan perlahan atau kalau Anda menggu­nakan mesin untuk mengurangi kecepatan. Pada posisi ini disaran­kan kecepatan maksimum 95 km/jam untuk Corona dan 113 km/jam untuk Corolla serta Kijang 81 km/jam. Berhati - hati pada kedudukan 2, jangan menurunkan kecepatan mobil secara kasar karena bisa mengakibatkan mobil terpuntir, jebih baik dibantu dengan rem

" L " digunakan pada medan yang macet dan tanjakan atau penurunan yang curam, yang membutuhkan efek pengereman mesin (engine brake) yang maksimal. Kecepatan maksimum pada posisi ini adalah 44 km/jam untuk Kijang, Corona 52 km/jam dan Corolla 65 km/jam.Beberapa larangan bagi pemakai transmisi otomatik: jangan memindahkan ke posisi undur atau ke posisi " P " kalau kendaraan masih bergerak karena akan menyebabkan mobil kehilangan kontrol dan merusakan mekanikal yang serius. Waktu di tanjakan jangan menggunakan pedal gas untuk menahan mobil berhenti, gunakan selalu rem parkir atau rem dan biasakan selalu menginjak rem kalau mobil berhenti walau sesaat untuk mencegah mobil tidak bergerak sendiri kedepan. Banyak orang masih menyangsikan ketangguhan transmisi otoma­tik walaupun mengakui kelebihan pada kenyamanan. Masih ada yang takut terutama kalau mengalami mogok. Sebenarnya transmisi bebas dari gangguan bila terawat dengan baik. Kendala utama pada semua mobil adalah aki rusak demikian pula pada mobil transmisi otoma­tik. Menghadapi hal itu yang perlu diperhatikan adalah perawatan terhadap aki seperti periksa jangan sampai aki pernah kering dan mengganti kalau sudah tiba waktunya mengganti dengan aki baru. Dengan cara ini, anda tidak perlu kawatir mobil mogok di perjalanan.

Diposting oleh Martin T Teiseran

Selengkapnya......

Tuesday, October 9, 2007

Mengemudi Irit BBM



Fatrijanto, Managing Director Nasmoco Group.


Sudah lama saya mendengar, membaca dan tahu bagaimana cara mengemudi yang tepat untuk memperoleh hasil pemakaian BBM yang irit, namun semua itu hanya sebatas pengetahuan. Walaupun merasakan mahalnya harga BBM tetap tidak juga merubah cara mengendarai mobil.
Setelah diadakan Lomba Irit BBM Kijang Innova pada hari Minggu, 27 September 2006 lalu dimana saya ikut memantau dan melihat langsung dengan hasil pengujian konsumsi BBM yang luar biasa yaitu perolehan konsumsi BBM Kijang Innova 20,20 km/liter untuk type Standart dan 21,24 km/liter untuk type modifikasi. Berangkat dari cara mengemudi kedua pemenang tersebut maka mulailah saya ikuti dengan mempraktekkan cara mengemudi yang irit BBM.

Dalam keseharian antara lain saya menggunakan mobil Toyota Fortuner, yang kebetulan di mobil tersebut telah dilengkapi dengan MID [Multy Information Dislay] yang salah satunya menampilkan informasi digital sensor pengukur jarak yang ditempuh dibanding dengan pemakaian BBM. MID kemudian di-set pada posisi indicator pengukur nilai km/liter dimana informasi angkanya akan selalu terlihat berubah sesuai dengan cara kita mengemudi.

Dari angka yang muncul pada MID tersebut, terlihat betapa besar pengaruh injakan gas dengan konsumsi BBM. Dalam rutinitas penggunaan mobil sehari-hari ke kantor, saya melewati jalan Sultan Agung menuju ke jalan Pemuda. Indicator MID memperlihatkan angka yang terus berubah, mulai dari nyala mesin, kendaraan tidak bergerak dengan angka menunjukan 0 km/liter, terus meningkat ke 2 km/liter, 3 km/liter, dan seterusnya. Pada saat menuruni jalan Sultan Agung pedal gas tidak diinjak tetapi hanya memposisikan kaki pada pedal rem untuk menginjak rem pelan-pelan kalau kedepan harus berhenti atau mengurangi kecepatan karena hambatan mobil lain atau sampai pada lampu merah. Ternyata, pada hari Minggu pagi saat jalan kosong, angka indicator bisa mencapai 50 km/liter, ini berarti mobil berjalan dengan hasil jarak tempuh per liter dari 0 km saat mobil mulai di hidupkan sampai 50-an km/liter saat melewati turunan.

Berdasarkan pengalaman tersebut untuk memperoleh konsumsi BBM yang irit, tergantung pada pintar pintarnya kita mengemudi, dengan kata lain kita harus berusaha seminimal mungkin menginjak gas dan apabila menginjak gas harus pelan-pelan dan secukupnya untuk sampai pada jarak tertentu didepan, misalnya ada lampu merah atau ada kendaraan macet. Dengan demikian dapat diartikan kita harus seminimal mungkin menginjak pedal rem agar dapat diperoleh jarak maximal.

Walau kedengarannya mudah tetapi ternyata prakteknya tidak semudah yang kita bayangkan, kita harus mengubah kebiasaan yang selama ini telah kita jalankan yakni pada tata cara mengemudi.
Dengan meminimalkan menginjak gas, begitu terjadi jarak dengan kendaraan yang ada didepan biasanya kita akan sangat tergoda untuk menginjak gas lebih agar jarak tersebut menjadi dekat. Di sini kita harus belajar untuk sabar dan menahan diri untuk membiarkan mobil menggelinding dengan sendirinya sampai mendekati mobil didepan.
Begitu juga menjelang traffic light, apabila dari kejauhan kita sudah melihat lampu merah maka kurangi/lepaskan injakan gas supaya mobil menggelinding dengan sendirinya sampai ke lampu merah. Kalau menginjak gas di jalan datar, angka MID menunjukan 2 km/liter, 3 km/liter, 4 km/liter, dan seterusnya, tergantung tekanan pada pedal gas, tetapi sewaktu pedal gas dilepas dan mobil menggelinding angka MID tersebut akan mencapai 10 km/liter, 20 km/liter, dan seterusnya tergantung kecepatan mobil berjalan tanpa menginjak gas atau dengan kata lain tanpa membuang BBM tambahan, karena menginjak gas berarti membuka/membuang BBM. Semakin keras injakan pedal gas maka semakin banyak pula BBM yang dilepaskan.

Selengkapnya......

Tips Memperpanjang Umur Kendaraan dan Menghemat Bahan Bakar


  1. Hindari pemanasan mesin yang terlalu lama, jika putaran mesin sudah rata jalankankendaraan.
  2. Putaran mesin diusahakan jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.
  3. Hindarilah menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, usahakan menjalankan kendaraan dengan kecepatan konstan dan jangan mengkocok-kocok pedal gas jika tidak diperlukan.
  4. Waktu mengendarai jangan meletakkan kaki di atas pedal kopling
  5. Jagalah tekanan angin ban kendaraan sesuai/ tepat.
  6. Bagi kendaraan yang menggunakan Exhaust Brake, posisikan switch utama pada ON jika sedang berkendara.
  7. Ikuti jadwal perawatan pemeliharaan yang ada pada buku pedomn pemilik dan buku service.

Selengkapnya......
Google