UNTUK SEGALA KEBUTUHAN TOYOTA ANDA
HUBUNGI :

IMAM FAKHRUDDIN
081 548 000 484
http://imam-toyota.blogspot.com

24 jam
Showing posts with label Sedan. Show all posts
Showing posts with label Sedan. Show all posts

Thursday, January 3, 2008

Toyota Corolla: Leading Across Generations

Kehadiran Toyota Corolla sudah lebih empat dekade dan telah melahirkan 9 generasi yang terus dipercaya konsumen. Itu sebabnya sangat sulit bagi model lain untuk menggeser dominasi Corolla. Bahkan hingga kini.
Generasi pertama Corolla hadir sebagai kado perayaan usia 30 tahun Toyota Motor Corp. (TMC) di industri otomotif (TMC lahir pada 23 Agustus 1937). Sejak diproduksi pertama kali pada tahun 1966 hingga saat ini Corolla sudah meraih angka produksi lebih dari 35 juta unit dan dipasarkan ke lebih 140 negara. Prestasi yang belum pernah dicapai model serupa oleh produsen otomotif lain (Ford F series terjual 25 juta unit, Volkswagen Golf terjual 24 juta unit, Volkswagen Beetle terjual 21,5 juta unit, dan Ford Model T terjual 16,5 juta unit). Bagaimana di Indonesia?

Sejak kemunculan perdananya di Tanah Air pada tahun 1972 hingga tahun ini angka penjualan Corolla telah mencapai 130.619 unit dan berkali-kali mendapat predikat Car of the Year. Dominasinya tampak sepanjang periode 1990- Agustus 2007 dimana penjualan Corolla berhasil menguasai pangsa pasar 39,18% (65.566 unit) sedangkan pesaing terdekatnya Civic menguasai 27,14% (45.823 unit). Setidaknya, ini membuktikan Corolla berhasil merebut hati konsumen Indonesia.
Sejatinya, Corolla yang hadir pertama kali ke Indonesia adalah hasil pengembangan generasi pertama. Generasi kedua ini pertama kali diproduksi tahun 1971. Penampilan dan mesinnya lebih besar dari pendahulunya. Ini merupakan model Toyota yang sukses di seluruh dunia. Mesin yang digunakan berkemampuan tinggi. Tidak heran Corolla pada generasi ini berhasil beberapa kali menjuarai rally dunia, antara lain Press on Regardless Rally di Amerika, dan 1000 Lakes Rally di Finlandia.

Generasi ketiga Corolla diluncurkan pada tahun 1975 dengan beberapa perubahan pada bagian eksterior dan interiornya. Selanjutnya pada tahun 1980, lahir Corolla generasi keempat yang lebih dikenal dengan Corolla DX dan jadi fenomena di Indonesia.
Corolla generasi keempat ini telah mengalami perubahan total pada bentuk dan fitur-fitur yang dimilikinya dan merupakan model terakhir yang berpenggerak roda belakang. Corolla DX merupakan tonggak berdirinya kekuatan Corolla dalam pasar sedan kelas small di Indonesia.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1984, diluncurkan Corolla generasi kelima atau yang biasa disebut dengan Corolla SE. Generasi ini merupakan generasi Corolla yang mulai menggunakan teknologi Front Drive. Mesinnya telah berubah, dari seri K menjadi seri A.
Generasi keenam merupakan Corolla yang diluncurkan pada tahun 1988. Untuk mengantisipasi perkembangan industri otomotif saat itu Toyota mengadopsi teknologi baru bermesin Twin Cam. Generasi ini populer di Indonesia dengan sebutan Corolla Twin Cam.

Great Corolla merupakan sebutan populer dari generasi ketujuh yang telah berubah total dari generasi sebelumnya, baik pada bentuk dan keaerodinamisan kendaraan, juga interior dan fitur-fitur kendaraan. Generasi yang diluncurkan pada 1992 ini mampu meraih pangsa pasar tertinggi di kelasnya selama 3 tahun berturut-turut sejak diluncurkan, dengan market share rata-rata hampir 40% dalam kelas small sedan.
Dengan hasil yang fantastis ini, Great Corolla mengambil alih kembali posisi nomor satu dalam kelas sedan small dari Honda Civic yang sempat terlepas pada tahun 1984 hingga 1991. Hasil penjualan Great Corolla memacu Toyota untuk berkreasi lebih baik lagi, dengan selalu memenuhi permintaan pelanggan akan kualitas, kenyamanan dan keamanan kendaraan yang lebih optimal dibandingkan generasi sebelumnya, dengan tak lupa memperhatikan faktor kelestarian lingkungan.

Generasi kedelapan diluncurkan pada awal 1996 bernama All New Corolla, dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan canggih untuk meningkatkan keselamatan pengguna, seperti airbags dan ABS. Generasi ini mengalami beberapa kali perubahan, baik pada eksterior maupun interiornya untuk meningkatkan kepuasan pengguna.
Untuk generasi kedelapan ini, Toyota membuat Corolla yang berbeda untuk egion yang berbeda. Versi Jepang mulai dipasarkan di Jepang pada pertengahan tahun 1995, dan beberapa Negara Asia, Amerika Selatan, serta Afrika pada tahun 1996. Versi Eropa untuk Eropa dan Australia hadir pada tahun 1997. Versi Amerika hanya untuk USA dan Canada baru untuk model tahun 1998. Versi Eropa hadir dengan penampilan yang sangat berbeda dengan versi untuk region lainnya. Corolla Eropa memiliki lampu depan berbentuk bulat.

Penyempurnaan terus berlanjut. Di awal milenium ini, untuk meneruskan kesuksesan Corolla, Toyota menghadirkan Corolla generasi kesembilan yang dirancang dengan konsep kendaraan abad 21, baik pada eksterior, interior, mesin dan instrumen kendaraan lainnya. Generasi ini memiliki nama baru Corolla ALTIS. Kata ALTIS berasal dari kata Altitudinous, yang maksudnya menggambarkan Corolla sebagai kendaraan terkuat dalam kelas sedan small di seluruh dunia. Corolla ALTIS dengan performa mesin yang tangguh dan konsep model Break Into Style ini dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan mobil yang stylish, mewah, dan dinamis.

Guna terus meningkatkan kepuasan pelanggan beberapa perubahan desain juga dilakukan pada generasi kesem-bilan. Mulai perubahan pada eksterior juga interiornya. Model keluaran terbaru ini dikenal dengan sebutan New Corolla Altis yang hadir sejak tahun lalu dimana semakin mengukuhkan statusnya sebagai sedan berkelas di pasar small sedan.
Dengan terus melakukan pembaharuan Corolla selalu berhasil merebut hati konsumen. Belum pernah ada dalam sejarah otomotif, sebuah model bertahan selama itu. Sukses Corolla adalah salah satu contoh bagaimana strategi Toyota untuk terus menghadirkan inovasi baru, produksi yang mengerti kebutuhan pelanggan dan perbaikan kualitas terus menerus baik dalam teknologi juga layanan.

Corolla adalah salah satu produk global Toyota yang dikembangkan dan diproduksi di banyak negara dengan spesifikasi sesuai karakteristik pelanggan di setiap kawasan. Itulah kenapa Corolla bisa diterima pasar di banyak negara. Bahkan, bisa dibilang, Corolla salah satu produk unggulan Toyota di hampir setiap negara di dunia. Tentunya, tanpa peningkatan kualitas produk dari generasi ke generasi tidak mungkin ada pertumbuhan penjualan yang sedemikian mengesankan.
Corolla berhasil mempertahankan dominasi pasarnya dalam jangka panjang, ini berkat beberapa upaya strategis yang dilakukan Toyota. Pertama, selain meluncurkan produk yang terbaik, produk yang lebih modern dari segi desain dan penampilan juga kualitas mesinnya yang lebih tangguh. Kedua, di mana pun produk Toyota dipasarkan, pelayanan kepada pelanggan tetap diutamakan. Sukses dari 9 generasi Corolla yang dipasarkan membuktikan bagaimana Toyota berhasil menawarkan standar kualitas lebih dari yang diharapkan konsumen.*(Sumber: Majalah Swasembada)

Selengkapnya......

Sunday, October 21, 2007

FITUR MEWAH DARI SEDAN MENENGAH

Teknologi otomotif berkembang tiada henti. Tiap detik selalu ada inovasi sesuai prinsip dasar teknologi, yaitu memudahkan sekaligus manyenangkan. Sayang, beberapa teknologi canggih itu, hanya ‘menyambar’ tunggangan kelas atas. Misalnya pengguna drive by wire, penerapan lampu utama HID bi-xenon, autoleveling lamp, Electronic Traction Control atau Super Electronic Transmission Control. Tetapi tunggu dulu, ada juga sedan menengah dengan fitur mewah seperti itu.

IRIT TAPI KENCANG DENGAN DRIVE BY WIRE
Teknologi drive by wire pada awalnya diterapkan pada pesawat terbang, sehingga mampu mengikis bobot dari peralatan mekanis serta menciptakan pengoperasian lebih akurat karena dikontrol dengan peranti elektronik.
Di bidang otomotif pun demikian, seperti pada mesin Toyota 1NZ-FE yang digunakan New Vios. Teknologi drive by wire, memungkinkan yang ada hubungan langsung seperti linkage atau pun kabel kawat dari pedal gas ke throttle body. Namun digantikan oleh servo dan sensor yang tiap gerakannya akan dikalkulasikan oleh ECU agar mengatur bukaan skep di throttle body, lantas digabungkan dengan beberapa input lain, di antaranya pasokan bahan bakar, sensor oksigen hingga sensor VVT-i.
Jadi, meski pengemudi menekan pedal gas terlalu dalam, sementara setelah dikalkulasi oleh ECU mesin tidak memerlukan pasokan bahan bakar terlalu banyak, maka aliran bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bahan bakar melalui injektor disesuaikan dengan kebutuhannya. Ujungnya, konsumsi bahan bakar pun irit.
Walaupun begitu, tak perlu khawatir perfoma mobil jadi menurun, karena dengan pembakaran sempurna, tarikan mesin pun lebih baik, plus konsumsi bensin tetap hemat. Memudahkan dan menyenangkan, bukan?




AUTO LEVELING LAMPU HID
Sementara penggunaan lampu HID (High Intensity Discharge) bi xenon yang pada umumnya digunakan hanya pada mobil mewah, merupakan peranti standar pada New Vios G, transmisi otomatik maupun manual. Baik ‘lampu dekat’ atau pun ‘lampu jauh’, menggunakan HID dengan sinar lebih putih dan terang, sehingga membantu memudahkan pengemudi melihat kondisi jalan di depan. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan auto leveling sehingga lampu bisa ‘beradaptasi’ sendiri dengan kondisi tunggangan dan permukaan jalan.
Misal saat mobil mendapat beban penuh sehingga bagian belakang lebih rendah, lampu mobil otomatis akan menyorot ke bawah. Sebaliknya, ketika mobil dengan posisi ‘menungging’ lampu akan menyinari ke atas. Efeknya pengemudi tetap bisa melihat kondisi di depan dengan sempurna.


REAR FOG LAMP – UTAMAKAN KESELAMATAN
Bukan sekedar gaya, lampu kabut di buritan penting kala jalanan diterpa hujan lebat atau berkabut tebal. Kendaraan di belakang mampu melihat dari kejauhan, karena sinarnya lebih terang dibandingkan lampu belakang utama.
Ada kesalahpahaman soal berkendara kala jalan berkabut atau hujan lebat. Banyak pengemudi menyalakan lampu hazard, sehingga sein jadi tak berfungsi. Sangat berbahaya ketika tunggangan berganti lajur atau berbelok, bukan? Sebaiknya menyalakan lampu kabut belakang, agar perjalanan aman dan selamat.


Selengkapnya......
Google